Suku Dunia ~ Buru adalah kelompok etnik yang berdiam di Pulau
Buru. Provinsi Maluku Tengah. Selain orang Buru, di pulau ini juga
menetap suku bangsa Galela dan Sula, yang kebanyakan berdiam di daerah
pantai. Seperti halnya penduduk Kepulauan Maluku lainnya, suku bangsa
ini biasa disebut orang Alfuru. Jumlah penduduk di pulau ini tercatat
sekitar 7.000 jiwa.
| sumber gambar : id.wikipedia.org |
Mata Pencaharian Suku Buru
Mata pencaharian pokok orang Buru adalah mengumpulkan dan meramu sagu
hutan, yang menjadi makanan pokok mereka. Mereka juga mulai membuka
lahan perladangan yang ditanami ubi-ubian, tebu, jagung, dan padi.
Pekerjaan lainnya adalah berburu rusa dan babi hutan, dengan senjata
tombak dan anjing perburuan.
Kekerabatan Suku Buru
Garis keturunan ditarik menurut garis laki-laki (patrilineal). Kesatuan
kekerabatan yang terpenting adalah fena, yakni gabungan kelompok
kekerabatan patrilineal yang disebut etnate atau soa. Dalam sistem
perkawinan, orang Buru menggunakan adat eksogami fena, artinya seseorang
harus kawin dengan orang dari fena yang berlainan.
Seorang calon suami harus memberikan sejumlah mas kawin kepada pihak wanita. Adat menetap sesudah nikahnya menentukan bahwa pasangan pengantin baru menetap di kediaman kerabat suami (patrilokal).
Setiap fena dikepalai oleh seorang matlea (gebha), dengan wakilnya yang disebut perwies. Pemimpin fena ini ditentukan berdasarkan pemilihan di kalangan anggota fena menurut garis laki-laki. Beberapa fena membentuk sebuah federasi yang lebih besar, disebut feulolin (fugmolin). Kepala feulolin, yaitu kepala jabu, dan wakilnya, hermolon, merupakan wakil terpilih fena-fena yang ada.
Agama dan Kepercayaan Suku Buru
Penduduk Pulau Buru, terutama yang berdiam di sekitar pantai, umumnya
memeluk agama Islam. Hal ini berkaitan dengan pengaruh Kesultanan
Ternate yang menjadi pusat penyebaran Islam di daerah Maluku. Penduduk
yang tidak menganut agama Islam meyakini adanya roh tertinggi, opo geba
snulat atau opo lahatala, yang menciptakan alam semesta.
Selain itu, mereka juga percaya akan adanya roh abadi yang disebut esmangin, roh alam yang disebut sanane, roh orang mati yang disebut nituro, dan sebagainya. Kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan gaib ini diwujudkan dengan pemberian sesaji dan upacara pada waktu-waktu tertentu.
0 Komentar untuk "Sejarah Suku Buru"